~*~ Dua - Satu Dua ~*~

Segelas air putih ku tengguk pukul 02.30 pagi. Ingin bergegas suasananya karena sesungguhnya hidup pagi ini dimulai ketika langit masih lebih gelap dari biasanya. Petualangan pun dimulai.

Di dalam kancah domestik ini, membaca informasi menjadi tantangan tersendiri seakan-akan suplemen digital adalah sebuah keharusan.

Sepeda motor yang menemani tiap hari sudah siap mengantarkan ku menuju salah satu masjid tempat diriku akan memulai petualangan ini. Luar biasa sesampainya disana sudah banyak sekali para pencari kenikmatan ukhrowi yang siap sedia.

Tahajud dan doa bersama pun menjadi sarapan utama rohani dini hari sebelum jasmani.

Ketika doa dipanjatkan, seakan ia menjelma menjadi proses memanaskan mesin yang harus berputar dengan ideal guna mengelola petualangan perjalanan.

Setelah doa selesai menengok ke beberapa derajat sudut pandang, ada rekan-rekan yang sedang menata persiapan logistik perlengkapan & makanan, sedangkan ke sisi seberangnya, ada yang menyiapkan kalimat tauhid yang tertulis, terpampang di lembaran-lembaran kain putih dan hitam.

Kadang, disaat-saat seperti ini, perasaan menjadi campur aduk antara bahagia dan sedih. Bahagia karena banyaknya kaum muslimin yang tergerak, sedih karena kondisi hukum di negeri ini.

Jawara Taktakan 1 sampai dengan 4 telah siap menunggu dan mengantar kami menuju tempat tujuan. Masing-masing bus di tumpangi sekitar 50 orang sehingga total yang berangkat dari rombongan "Jawara Taktakan" berkisar 200 orang. Pukul 03.30 kami berangkat.

Dia tidak perlu cepat layaknya mesin pemburu yang kebingungan mencari apa yang diburu. Cukup perlu berjalan normal dan menyapa keterangan jarak kilometer yang muncul satu demi satu. Serta tidak lupa menikmati setiap detik yang berganti jadi menit dan kemudian berubah menjadi hitungan jam.

Detik-detik malam semakin memudar meski langit masih gelap, para jawara Taktakan memasuki rest area untuk bermunajat bertemu dengan Rabb nya diwaktu shubuh pukul 04.30
Para jamaah Taktakan bersatu padu dengan jamaah yang lain, jika dilihat dari plat nomor nya mereka berasal dari pulau seberang, Sumatera.

Terlihat jam digital pukul 06.45 banyak sekali kendaraan yang beriringan dan orang-orang berjalan dipinggir jalan sembari menemukan takbir dan sholawatan. Jakarta pagi ini berbeda dengan biasanya kami menjadi bagian dari ibu kota negara Indonesi bersama dengan jutaan kaum muslimin lainnya. Kamipun sempat didatangi oleh Ibu-ibu yang naik bajaj yang keliling memberikan air minum 2 kardus untuk bekal kami. Terasa sekali persaudaraan kaum muslimin ini.

Kami berjalan menyusuri tangga penyeberangan di area belakang Masjid Istiqlal menuju lokasi yang ingin kita inginkan. Sembari mengibarkan panji-panji Islam sekitar 100 buah al liwa dan ar roya. Di tengah perjalanan jalan kaki kami banyak dari jamaah lain yang ingin mengabadikan moment tersebut termasuk dari bangka belitung pulau seberang. Kami cukup menarik perhatian dari peserta aksi yang lain karena yang paling mencolok adalah banyak nya al liwa dan ar roya yang berkibar di langit Jakarta. Sesampainya di depan gerbang masuk lokasi yang kita tuju semua tongkat tidak diperkenankan masuk oleh penjaga keamanan dan akhirnya kita sepakati berhenti di area depan pintu masuk. Tidak lama berselang ada rombongan yang cukup banyak juga bawa ar roya dan 1 roya besar yang di bentangkan di pinggir jalan ini menambah semarak al liwa dan ar roya. Monumen Nasional menjadi taman manusia, jutaan orang berkumpul di dalam dan disekitarnya.

Lantas diri ini melihat ada satu tempat agar bendera Rasulullah ini semakin berkibar, 3 orang naik ke tempat yang lebih tinggi diantara nya adalah di atas truk untuk mengibarkan Panji-Panji Islam ini agar terlihat lebih jelas oleh saudara-saudara kami yang lain, beberapa kali bendera ini dipinjam peserta lain hanya untuk minta di foto. "Menarik", Itu kataku.

Sekitar pukul 09.30 sudah dibuat shaf-shaf di area luar monas untuk persiapan sholat jumat dikarenakan lokasi di dalam sudah penuh sehingga tidak muat lagi monas manampung aspirasi kami. Sembari menunggu waktu sholat para peserta mengisi dengan yel-yel aksi bela Islam dan shalawatan. Terlihat juga ada peserta yang membawa poster yang menempel di badannya bertuliskan "Pijat Gratis 5 Menit" menawarkan jasanya kepada para peserta aksi yang lain.

Terdengar heroik tatkala tausyiah disampaikan, membuat para peserta aksi super damai 2-12 di sekitar kami terhenyak mendengarkannya. Abi Yasin Muthahar biasa kami memanggil nya, beliau memberikan tausyiah sembari menunggu waktu sholat itu datang. Beliau menyampaikan bahwa meskipun kita berasal dari mana-mana, dari suku yang berbeda namun kita di ikat oleh aqidah yang sama yakni Aqidah Islam, kekacauan yang terjadi di negara ini salah satunya berasal dari hukum manusia oleh karenanya sudah saatnya kita kembali kepada sistem buatan yang membuat manusia, yakni sistem syariah dalam bingkai khilafah. Lantas pekikakan takbir pun berkumandang.

Sekitar jam 10.00 hujan rintik-rintik pun datang, kami berdoa agar hujan datang disekitar kami namun tidak menimpa kami, hujan pun reda. Air dari langit itu kembali kurang lebih pukul 11.00 kami pun berdoa, akhirnya air pun istirahat di mimbar langit, berhenti sejenak untuk turun ke bumi.

Sholawatan, dzikir tak berhenti sembari terdengar para tokoh GNPF-MUI menyampaikan orasi. 5 menit sebelum adzan sholat berkumandang prasangka baik kami Allah berkehendak memberikan rahmat nya persis sebelum sholat jumat dimulai melalui hujan air dari langit tadi, kami berdoa Ya Allah turunkan hujan yang memberikan manfaat kepada kami.

Terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ

“Dua doa yang tidak akan ditolak: [1] doa ketika adzan dan [2] doa ketika ketika turunnya hujan.”

Inilah salah satu hikmah nya kita diberi waktu oleh Allah dengan diturunkan nya hujan di saat kita hendak bermunajad kehadapannya, sholat jumat dengan doa qunut yang luar biasa. Mungkin sebagian orang baru merasakan begitu lamanya doa qunut pada suatu sholat yang diikutinya. Amazing.

Setelah sholat kami bergegas membereskan perlengkapan. Terdapat juga relawan yang berusaha mengumpulkan sampah yang ada, meski para peserta juga berusaha menjaga agar disekitarnya tidak ada sampah tersisa.

Puji syukur kehadirat Allah swt, yang memberikan kelancaran pada aksi super damai 2-12. Ketika kami hendak pulang tetiba ada Kepolisian Lalu Lintas Kota Serang yang juga berada di Jakarta menghampiri, mereka meminta armada bus untuk mengikuti nya agar lancar dalam perjalanan pulang ke Kota Serang. Alhamdulillah kami akhirnya berpisah di rest area kota serang dan melakukan foto bersama.

Selamat menjalani hari perjuangan.

#212



posted under |

0 comments:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Disqus Shortname

Comments system

About Me

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Post Number

Related Post Number

About Me

Foto saya
~*~ bukan anak pesantren apalagi anak kyai, cuma orang yg pengen #KerenBinBeken Trendi nan Syar'i ~*~ One Day One Receh ^_^

FOLLOW @ INSTAGRAM

Recent

Boxed / Fluid

About Us

Random Post Number

Popular Posts

Slider Display

Random

Recent

Like Us

Flickr

Subscribe

Socialize

Followers


Recent Comments