~*~ Tak Kenal Maka Tak Sayang ~*~

Saat kecil kita diajarkan oleh orang tua kita atau orang yang lebih tua daripada kita untuk mengenal nama-nama dari suatu benda. Hal itu dilakukan karena agar kita mengenal nama-nama benda serta fungsi dari benda-benda tersebut. Sehingga kita lebih paham apa arti benda itu.

Kita juga diajarkan nama-nama sebutan untuk orang yang lain. Ini Ayah dan Ibu, merekalah orang tua kita. Ini adalah Kakak dia adalah Anak Ayah Ibu juga namun lebih dulu lahir di dunia ini sebelum kita. Dan itu adalah adik, anak ayah Ibu juga yang dilahirkan setelah kita. Dia adalah Guru yang mengajari mata pengetahuan di sekolahan, dia adalah seorang Ulama yang mengajarkan Ilmu Agama kepada kita.

Yang jadi pertanyaan, setelah kita mengenal mereka baik benda-benda dan orang-orang disekitar lantas apa yang akan kita lakukan?

Tak Kenal Maka Tak Sayang. Ketika Seseorang mengenal, mengerti dan memahami sesuatu baik itu benda, hewan serta manusia maka idealnya kitapun akan memperlakukan mereka sepantasnya.

Saat kita mengenal seorang wanita yang disebut dengan Ibu maka sudah sepantasnya kita memperlakukannya dengan hormat, sopan santun karena kita kenal bahwa dia adalah seorang wanita yang mengandung, melahirkan dan merawat kita.

Ketika kita mengenal, ooh itu adalah susu dan madu maka kitapun akan menggunakannya sebagaimana peruntukannya. Jika kita mengerti, ooh itu Minuman Keras maka kitapun akan memperlakukannya dengan sepantasnya yaitu tidak usah diminum.

Dengan mengenal akan sesuatu maka kita akan memperlakukannya sebagaimana mestinya, jika kita tidak memperlakukannya sebagaimana mestinya maka sesungguhnya kita belum mengenalnya. Jika kita masih suka membentak orang tua berarti kita belum "mengenal" mereka. Saat kita suka menghardik orang lain sungguh kita belum mengenalnya.

Dan ketika kita masih suka bermaksiat itu artinya kita belum mengenal diri sendiri dan Tuhan kita.

Jikalau kita mengerti akan HandPhone bahwa HandPhone yang kita miliki tidak boleh kena air karena akan membuat rusak maka kitapun akan menjaganya agar tidak terkena air. Jikalau kita tau bahwa orang tua mestinya kita hormati maka kitapun sebisa mungkin menghormatinya. Ketika kita mengerti bahwa anak kita mesti kita rawat dengan kasih sayang terlebih jika masih bayi oleh karenanya pun kita akan menyanginya. Mengapa kita begitu sayang pada semua itu (HP, orang tua, anak) tidak lain karena kita mengenal mereka sehingga kita tau apa yang pantas mereka dapatkan. Maka lebih pantas jika kita yang mengaku beriman mengenal Alloh "memperlakukan"-Nya sepantasnya sesuai tuntunan syariat-Nya.

Saat HandPhone kita bermerk A maka sudah sepantasnya kita menggunakannya sesuai manual book A. Bukan manual book milik B. Demikian juga kita sebagai Orang Islam sudah sepantasnya menggunakan "manual book" sesuai tuntunan syariah-Nya bukan tuntunan selain dari-Nya. Jika kita masih menggunakan tuntunan selain dari-Nya bisa jadi kita belum mengenal-Nya meski secara lisan kita mengaku mengenal-Nya.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (Ali 'Imran:133)

Komentar

  1. Menggunakan analogi handphone untuk menjelaskan mengenai pengenalan orang tua, diri sendiri ,,bahkan mengenai tuntunan Rasulullah SAW..sungguh bijak sekali..
    Keep happy blogging always, salam dari Makassar-banjarbaru 

    BalasHapus
  2. tidak hanya menjaga barang sebagaimestinya tapi juga harus bisa menjaga diri, orang tua dengan baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya benar ibu lidya a.k.a mama cal-vin

      Hapus
  3. mengenal Sang Khalik dengan baik, membuat kita semakin merasa bahwa DIA lah sang Maha Sempurna. Nice share. Makasih sdh diingatkan

    BalasHapus
  4. Saat kita mengenal seorang wanita yang disebut dengan Ibu maka sudah sepantasnya kita memperlakukannya dengan hormat, sopan santun karena kita kenal bahwa dia adalah seorang wanita yang mengandung, melahirkan dan merawat kita. ---> itu saya yakini ketika belum berstatus sebagai ibu, berdasarkan pelajaran agama dan moral.

    Selanjutnya setelah menjadi ibu, saya lebih berharap saya yang memperkenalkan diri kepada anak. Saya seharusnya berbuat selayaknya seorang ibu berbuat sehingga ada rasa hormat dan sayang yang secara alami tertanam dalam hati anak2, bukan karena doktrin semata. Utk saat ini, itu yang saya impikan.

    --> Sering pula membuat ibu2 lupa kalau mereka harus menguatkan bonding dengan anaknya. Bukan menuntut anak utk menghormatinya HANYA KARENA DIA IBU YANG MELAHIRKAN. Karena anak2 tak pernah minta dilahirkan.

    Sekadar sharing wacana saja kk Topics. Salam buat dedeknya, sudah umur berapa? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya tante, itu dalam artian sudut pandang anak tuk mengenal orang tua, adapun yang tante jelaskan adalah sudut pandang Ibu tuk mengenal anak.

      alhamdulillah, dedek Aqila sekarang umur 1 tahun

      Hapus
  5. Dedek Aqila sudah bisa jalan apa belum mas? *OOT*.

    Segala sesuatu jika digunakan dan disikapi sesuai peruntukannya...alangkah damainya dunia ya mas. Eh akherat juga tentunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih latihan berdiri hehe..

      Ya betul mbak riri, in syaa Alloh akan indah

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer