~*~ Petuah ~*~

"Ilmu adalah khazanah terbaik. Etika adalah pendamping terindah. Taqwa adalah bekal terbaik. Ibadah adalah komoditas paling menguntungkan. Akal adalah delegasi terbaik. Akhlak yang baik adalah teman terbaik. Sabar adalah materi terbaik. Qana'ah adalah kekayaan paling utama. Taufiq adalah penolong terbaik. Dan mengingat kematian adalah pemberi nasihat yang paling mengingatkan."
(Hasan Al-Bashri)


Masyaa Alloh luar biasa sekali ungkapan ini, bagaimana tidak jika kita memiliki apa yang disampaikan oleh Imam Hasan Al Bashri ini in syaa Alloh kita akan menikmati hidup ini dan meraih Ridlo Ilahi hingga di akhirat nanti.

Sedikit pemahaman dari hamba yang lemah ini ingin mencerna ungkapan beliau dengan bahasa sederhana, berikut ini.

Ilmu merupakan pegangan yang mampu menuntun kita dalam kehidupan. Dengan ilmu kita mampu memahami hakikat kehidupan. Dengan ilmu juga kita mampu mengetahui mana halal mana haram. Ketika kita mempunyai ilmu kita akan semakin mudah menjalani hidup ini.

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Terjemahan QS Al Mujaadilah;11)

Ilmu jika kita sandingkan dengan etika yang baik maka in syaa Alloh kita akan menjadi manusia yang beradab mulia. Indah tingkah lakunya cerdas pemikirannya, sungguh luar biasa. Beruntunglah orang-orang yang mempunyai banyak ilmu dan beradab mulia.

Taqwa merupakan sesuatu yang mana kita sebagai orang yang beriman terus berusaha untuk melaksanakannya. Dengan senantiasa berusaha mengikuti aturan Alloh swt yang wajib hendaknya kita lakukan dan yang haram kita tinggalkan. Apalagi jika kita menambah dengan amalan-amalan sunah dan mengurangi amalan yang bersifat makruh maupun mubah.

Luar biasa disini beliau menyampaikan ibadah adalah komoditas yang paling menguntungkan. Perdagangan yang tidak akan pernah merugi yakni "perdagangan" dengan Alloh swt. Jiwa, raga, harta yang kita keluarkan dijalan Alloh selama kita ikhlas maka Alloh akan menggantinya dengan yang lebih baik terlebih Surga yang dijanjikan-Nya.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri (Terjemahan QS Faathir;29-30)

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (Terjemahan QS Ash Shaff 10-12)

Akallah yang membedakan antara manusia dan binatang. Karena akal juga kita akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dengan akal kita memahami ilmu, jika kita mampu menggunakan akal untuk melakukan sesuatu atau bahkan untuk menahan kita dalam melakukan sesuatu maka sejatinya kita termasuk orang-orang yang berakal. 

Akhlak adalah sesuatu yang ada di tubuh kita. Dia akan selalu menjadi teman. Dan teman terbaik itu jika akhlak kita sesuai tuntunan Islam, yang mana kita bertingkah laku mengikuti pedoman syariat. Santun dalam bertutur kata, ramah dalam bersikap, jujur dalam berperilaku sungguh indah nian diri ini jika memilikinya. Semua itu berlandaskan atas perintah Alloh swt bukan karena manfaat di dalamnya, meskipun apapun yang diperintahkan-Nya in syaa Alloh akan selalu ada hikmanya.

Siapa yang tidak ingin mempunyai kekayaan dalam kesabaran. Bahkan dalam hikmatku sabar itu mahal harganya, mungkin kalau ada yang jual banyak orang yang akan beli. Bagaimana tidak dengan sabar kita mampu mengendalikan emosi kita. Sabar mampu membuat keadaan yang bisa menimbulkan keributan menjadi tenang. Sungguh bahagianya jika orang memiliki dada yang lapang. Dan sabar itu tidak ada batasnya.

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Terjemahan QS Az Zumar;10)

Qona'ah merupakan kekayaan. Bahkan kekayaan yang paling utama. Qona'ah adalah ketika seseorang merasa cukup atas apa yang dimilikinya. Dia menerima apa yang didapatnya atas pembagian rizkinya dari Rabb-nya, istilah jawanya,"Nrimo ing pandum". Seseorang yang memiliki rasa qona'ah dia akan senantiasa bersyukur. Seperti halnya sabar, qona'ah memang berat untuk memilikinya, oleh karena itu hendaknya kita senantiasa melatih hati kita agar berlajan mencapai nikmatnya qona'ah. Sungguh orang yang kaya itu yang qona'ah dia merasa cukup atas apa yang dia miliki.

“Wahai Abu Hurairah, jadilah orang yang wara’ niscaya dirimu akan menjadi hamba yang paling taat. Jadilah orang yang qana’ah, niscaya dirimu akan menjadi hamba yang paling bersyukur” (HR. Ibnu Majah)

Dalam hikmatku penolong itu sesuatu yang mampu menyelematkan kita atas bahaya yang akan atau telah menimpa kita. Termasuk di dalamnya Taufiq dari Alloh, sebagai penolong kita. Taufiq bahasa sederhanya merupakan sesuatu yang diciptakan oleh Alloh swt yang mampu untuk mendorong serta mempermudah kita dalam ketaatan, meningkatkan kesadaran dalam beribadah kepada Alloh swt. Oleh karenanya kita bisa terselamatkan dari kemaksiatan yang akan menjungkir balikan kita di akhirat kelak.

Hidup di dunia ini yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Cuma kita tidak tau kapan itu akan terjadi. Mati merupakan pemutus amal perbuatan kita di dunia dan pintu gerbang kita menuju kehidupan akhirat, dimana segala amal perbuatan kita akan dimintai pertanggungjawabnnya. Maka memang sudah sepantasnya kita selalu mengingat kematian agar selalu mempersiapkan bekal yang akan kita bawa dikehidupan berikutnya.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Terjemahan QS Ali 'Imran;185)
Inilah sedikit yang bisa aku tarik dari nasihat Imam Hasan Al-Bashri, ya Rabb tuntunlah kami dalam hidup di Dunia ini tuk meraih ridlo-Mu. Aamiin.

Komentar

  1. Dari tulisan ini saya mengerti banyak hal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga bermanfaat mas Fikri...
      maaf atas kekurangannya

      Hapus
  2. Dengan ilmu pula orang bisa masuk surga. Apalagi ilmu tersebut bermanfaat. Tidak akan terputus amalnya hingga akhir hayat.

    BalasHapus
  3. Dengan ilmu kita jadi tahu cara beribadah dengan baik juga ya pak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Mama Cal-Vin, ilmu dan amal

      Hapus
  4. Saya menjadi paham dengan petuah luar biasa dari Imam Hasan al-Bashri tersebut setelah membaca penjelasan panjenengan, Mas. Sungguh, terima kasih banyak. Pelajaran berharga buat saya di pagi hari ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Afwan ya ust...
      jazakallohu khoir

      Hapus
  5. Berdagang di jalan Allah
    Qana'ah ....

    Masya Allah .... air mata saya menitik membaca ini.
    Ingin selalu menjadi orang yang puas dengan apa adanya, tanpa mengharap imbalan .....

    BalasHapus
    Balasan
    1. aq pun demikian tante, pengen bangets dan semoga memiliki qona'ah

      Hapus
  6. Jadi teringat hadits yang mengatakan, bahwa barangsiapa yg menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan jalan menuju Syurga.. ^^
    Blog kakak bermanfaat, bisa menjadi ajang menuntut ilmu juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya dik Aisyah... doain kakak ya semoga rajin menuntut ilmu

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer