~*~ Aqila Mumtazah ~*~

Jumat tanggal 9 Januari 2015, aku dan istriku memutuskan tuk kembali memeriksakan kandungannya ke salah satu rumah sakit swasta di kota tempat tinggal kami berdua. Hal ini tuk kembali memeriksa berapa kadar Darah Merah (HB), tensi, serta protein urin yang dikandung oleh istriku, karena dua minggu sebelumnya cukup mengkhawatirkan.

Cukup lama kami berdua menunggu sang dokter datang, sejak pagi hari kami datang namun sang dokter kandungan belum muncul juga. Salah satu perawatpun mendatangi kami sambil bilang kalau dokternya lagi menangani orang lahiran sehingga kedatangganya molor. Kamipun tetap setia menunggunya.

Alhamdulillah dokterpun akhirnya datang, istrikupun diperiksa dan akhirnya diminta tuk cek darah dan urin lagi. Selang satu jam kemudian hasil laboratoriumpun jadi, subhaanalloh kami cukup terkejut karena istriku kurang darah dari yang normal sekitar 12-14 istriku HB nya hanya 7,5 sementara urine mengandung protein positif 1 yang menurut ilmu kedokteran itu namanya keracunan kehamilan dan bayi harus segera dilahirkan. Di sisi lain tekanan darah istri cukup tinggi sekitar 150/90 dan ini cukup membahayakan bisa mengakibatkan kejang yang mengarah pada kematian.

Kamipun akhirnya merujuk ke bagian administratif tuk mengurus langkah selanjutnya yaitu di ruang rawat inap namun diluar dugaan kami, ruang kelas 1 sudah penuh begitupun kelas 2 maupun 3 semuanya sudah penuh. 

Pegawai Rumah Sakit mengarahkan kepada kami agar di rawat inap di ruang VIP ketika aku tanya berapa biaya tuk operasi cesar jawabnya cukup fantastis tuk ukuran kami, biaya operasinya saja bisa tuk beli dua buah sepeda motor, belum obatnya, belum ruangan menginapnya. Dengan berat hati kamipun pulang ke rumah karena aku kasihan ke istriku yang terlihat begitu kelelahan seharian ini di Rumah sakit swasta tersebut.

Saat istri ada di rumah, sore hari itupun aku mencoba ke RSUD ke bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) tuk menanyakan apakah istriku bisa diterima apa tidak dengan keadaan kurang darah, namun mereka menyatakan tidak bisa langsung ke IGD mesti menunggu besok pagi mendaftar ke poliklinik kebidanan dulu. Akupun pulang lagi dengan tangan kosong. Akhirnya aku hampir memutuskan tuk membawa ke klinik yang biayanya separo dari biaya Rumah Sakit swasta tadi. Namun sebelum aku putuskan kesitu ada telepon dari tanteku yang tinggal di kota sebelah, menyarankan agar istriku dibawa aja ke RSUD di kotanya agar dimasukan ke IGD karena menurut teman dari tanteku yang kerja di RSUD nanti akan diterima.

Jam 21.00 malam itu juga kami berangkat ke RSUD di kota sebelah, sekitar setangah jam perjalanan akhirnya sampai juga dan alhamdulillah istriku langsung masuk ke bagian IGD tuk diperiksa sekaligus cek darah dan urine lagi. Saat kondisi seperti itu diapun tetap berusaha agar auratnya tidak terlihat oleh pria lain yang berlalu-lalang meski hanya rambut yang munkin terurai dan akupun mendengar sepertinya dia juga menolak untuk melepas kaos kakinya, dalam hatiku inilah yang membuat aku semakin mencintaimu engkau selalu berusaha taat selalu kepada Rabb-mu.

Sekitar setengah jam di ruang IGD atau sekitar jam 22.00 kemudian istriku dipindah ke ruang perawatan persalinan untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Istriku mulai dipasang selang infus di tangan kanannya. Sekitar jam 23.00 perawat memanggil ku untuk berbincang solusi yang ditawarkan setelah mengetahui hasil laboratoriumnya. HB 7,4 dari nilai nomral 12 dan protein urin positif 2 dan tensi tinggi sekali 160/100. Dari hasil itu artinya ada tiga tahapan yang harus dilalui, pertama menurunkan tensi, kedua menambah darah dengan cara transfusi dan ketiga bayi harus dilahirkan dengan cara cesar.

Perawat minta diriku tuk menandatangani surat persetujuan permintaan penindakan medis yaitu dilakukan penyuntikan cairan penurun tensi. Aku dan istrikupun menyepakatinya dan ku lihat setelah tangan kanannya ada infus kini tangan kirinya pun diinfus dengan ditambah suntikan cairan penurun tensi. Perawatpun mencoba membesarkan hati istriku, Ibu yang sabar ya sakit dulu yang penting nanti sehat, karena ini akan menurunkan tensi sebab kalau tidak diturunkan nanti dikhawatirkan akan kejang-kejang dan kemungkinan besar mengakibatkan kematian. Diri ini ingin menangis ketika istriku bilang kalau badannya terasa panas sehabis disuntik cairan penurun tensi tersebut, aku hanya bisa berbisik agar banyak istighfar in syaa Alloh dengan banyak istighfar Alloh akan menggantikan keadaan yang sempit menjadi lapang.

Setelah itu sekitar jam 24.00 perawat memanggilku untuk mengurus permintaan dua kantong darah di bank darah, akupun mengurusnya dan setelah sampai di bank darah pegawainya bilang kalau nanti akan dipanggil kalau darahnya sudah siap. Kembalilah aku ke ruangan istriku dan sekitar jam 01.00 dini hari sabtu tanggal 10 januari 2015 perawat bilang kalau nanti istriku harus makan jam 03.00 karena nanti sejak jam 04.00 sampai ketemu dokter harus puasa.

Akupun keluar cari makanan namun hampir semua warung makan yang kalau siang hari sangat rame sudah tutup semua kecuali ada satu penjual pecel ayam dan nasi goreng namun sudah habis mau tutup. Akupun mencoba jalan kaki lagi akhirnya kutemukan warung nasi goreng yang masih buka, alhamdulillah masih ada yang jualan meskipun aku tidak mendapatkan teh manis seperti yang disarankan perawatnya tuk minum istriku nanti karena penjual nasi goreng itu tidak menjual teh manis sebagai minumannya.

Sebagai manusia biasa setelah seharian penuh sampai malam dini hari belum istirahat akupun merasa lelah, capek, ngantuk berat namun melihat jam belum menunjukan pukul 03.00 khawatir kalau nanti aku tidur justru kebablasan lewat dari jam 03.00 dan akhirnya istriku ga makan. Akhirnya aku putuskan untuk duduk di depan ruangan perawatan istriku bersandar tembok sambil sesekali tertidur dan terbangun setiap perawat membuka pintu ruang perawatan persalinan itu. Akhirnya jam menunjukan pukul 03.15 akupun masuk menemui istriku, maksud hati ingin aku suapin namun sepertinya dia enggan untuk merepotkanku akhirnya dengan tangan terinfus dua-duanya aku yang mengambilkan nasi dari kotak nya itu sebelum sampai mulutnya dia mangambil sendok dan memakannya sendiri. Kurang lebih hanya enam sendok yang dia makan dan dikarenakan aku tidak mendapatkan teh manis maka dengan terpaksa istriku minum air putih. Setelah itu aku bilang istirahat ya, dan akupun keluar dari ruang tersebut.

Jam menunjukan pukul 03.40 aku keluar menuju Masjid di Rumah sakit tersebut dan setapak demi setapak langkah kakiku menuju Masjid tak terasa air mata ini menetes, aku tak sanggup lagi menahannya, aku bagaikan anak kecil yang menangis ketika minta sesuatu. Sesampai di Masjid ku ambil air wudlu tuk menunaikan sholat malam bermunajat kepada Rabb-ku dan tak lupa berdoa agar diberi yang terbaik untuk istriku. Sesudah sholat malam rasa kantuk lelah menenggelamkanku, akupun tertidur hingga sekitar pukul 04.25 terdengar sayup-sayup suara adzan. Setelah ku berwudlu dan menunggu beberapa saat ternyata tidak ada yang adzan kemudian ada seorang bapak bilang kalau sudah waktunya adzan, silakan adzan saja. Akupun menghidupkan mic dan mengumandangkan adzan shubuh di Masjid Rumah Sakit tersebut.   

Setelah shubuh sekitar pukul 05.30 perawat memanggilku agar mengambil darah di bank darah dan akhirnya transfusi darah ke istrikupun dimulai. Sekitar jam 07.00 dokterpun datang memeriksa. Seperti prediksi sebelumnya dokterpun menyarankan agar di operasi cesar karena kalaupun di induksi rangsangan agar bisa lahir normal ternyata masih sulit karena kepala bayi masih belum sampai di bawah pinggul, aku dan istrikupun akhirnya menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan tindakan medis yakni operasi cesar.

Alhamdulillah sekitar jam 09.30 tanggal 10 januari 2015 lahirlah di Dunia ini bayi perempuan mungil dengan panjang 48 cm dan berat badan 2,9 Kg. Dalam hati ku berkata, itu anakku dan ternyata aku sudah jadi ayah itu artinya aku mempunyai tanggung jawab untuk membimbingnya.

Duhai puteriku, ringankanlah ayahmu akan hisab di akhirat dengan indahnya perangaimu.
Duhai puteriku, bantulah ayahmu akan hisap di akhirat dengan santunnya pituturmu.
Duhai puteriku, mudahkanlah ayahmu akan hisap di akhirat dengan bagusnya akhlakmu.
Duhai puteriku, kurangilah beban ayahmu di akhirat nanti dengan jilbab yang menutupi auratmu.
Duhai puteriku jadilah wanita yang cerdas nan istimewa, jadilah wanita yang mempunyai kelebihan memahami ilmu terlebih ilmu agamamu, agama nabimu, Islam yang di Ridlohi oleh Rabb-mu.

Aqila Mumtazah, anakku.



Komentar

  1. Baarakallahu fii mauludika ya akh.. Semoga Aqila jadi anak yang sholehah dan bapaknya semakin taat :)

    Selamat jadi bapak. Baarakallahu fiik ^^

    BalasHapus
  2. Terharu bacanya pak. Selamat ya atas kelahiran putri cantiknya. Salam untuk istrinya ya

    BalasHapus
  3. Le... Mom sampai nangis mocone...
    Perjuangan melahirkan memang menakjubkan. Kekuatan yang Allah berikan buat seorang ibu, mmg luar biasa.

    Aamiin Allahumma Aamiin, buat semua doamu dan istrimu utk Aqila...

    Selamat ya, anakku... Semoga Allah selalu melindungimu dan keluargamu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Mak, perjuangan beneran.. mikir gimana ambil keputusan,
      makasih ikut meng-aamiin-kan

      Hapus
  4. aduh, ngeri sekali bacanya....

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah atas pertolongan Allah, anakmu bisa terlahir dengan selamat. Aku sungguh khawatir sekali saat membaca cerita kamu. Perjuangan untuk menyelamatkan istri dan anak yang luar biasa.

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, mudah mudahan menjadi anak yang sholihah

    BalasHapus
  7. barakallah mas topik...
    duh senangnya yang baru jadi Bapak...

    BalasHapus
  8. Duhai puteriku, ringankanlah ayahmu akan hisab di akhirat dengan indahnya perangaimu.
    Duhai puteriku, bantulah ayahmu akan hisap di akhirat dengan santunnya pituturmu.
    Duhai puteriku, mudahkanlah ayahmu akan hisap di akhirat dengan bagusnya akhlakmu.
    Duhai puteriku, kurangilah beban ayahmu di akhirat nanti dengan jilbab yang menutupi auratmu.
    Duhai puteriku jadilah wanita yang cerdas nan istimewa, jadilah wanita yang mempunyai kelebihan memahami ilmu terlebih ilmu agamamu, nabimu, Islam yang di Ridlohi oleh Rabb-mu.

    indah sekali doa sekaligus puisi ini le.... di sini aku ikut mendoakan untuk keluargamu. semoga keluarga kecilmu sakinah mawahdah warohmah, sampai ke surga nanti...

    izin shar doanya di fb ku le....

    BalasHapus
  9. barakallah atas kelahiran putrinya,,,, semoga menjadi anak yg soleha dan qurrota a'yun

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin,makaasih doanya. jazakillah khoir

      Hapus
  10. Barakallah... selamat ya.. semoga anaknya menjadi anak yg sholehah.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer