~*~ Pe Tiga ~*~

Ketika seseorang ingin potong rambut maka dia akan pergi ke tukang cukur rambut, kenapa dia ga pergi ke tukang kebon yang terbiasa memotong rumput ya toh juga sama-sama ahli memotong?
Ketika seseorang ingin membuat kue maka diapun akan pergi ke toko yang menjual bahan kue, kenapa dia ga pergi ke toko bangunan ya?
Dua kalimat pertanyaan diatas konyol bukan? dan bisa jadi jawabannya "kenapa harus ditanya yang sudah jelas jawabannya" hehe.. ada baiknya kita coba belajar menjawab dengan sesuatu yang lain, misal:
Pertanyaan pertama, ya jelas orang itu pergi ke tukang cukur (perilaku) karena ia paham bahwa tukang cukurlah yang bisa menata rambutnya agar lebih baik (pemahaman) dia bisa paham seperti itu karena dia berfikir tidak mungkinlah selain tukang cukur apalagi tukang kebon yang bisa menata rambutnya agar berpenampilan lebih rapi dan menarik (pemikiran).
Pertanyaan kedua, ya jelas orang itu pergi ke toko bahan kue (perilaku) karena ia faham toko bahan kuelah yang menyediakan bahan-bahan tuk membuat kue (pemahaman) dia bisa paham seperti itu karena dia berfikir tidak mungkin ada bahan kue yang dijual di toko bangunan (pemikiran).

Begitupun dua insan yang lagi memadu kasih dalam ikatan "ilegal" merekapun seperti itu karena itulah yang mereka pahami bahwa pacaran itu sesuatu yang biasa dalam kehidupan anak muda. Mereka yang suka begadang ataupun balapan motor terutama tiap malam minggu juga itulah pemahaman yang dimilikinya. Disisi lain ada juga insan yang memadu kasih melalui ikatan yang "legal" mereka seperti itu juga berdasarkan akan pemahamannya. Ada juga yang lebih memilih malam minggu digunakan untuk menimba ilmu, ataupun jika tidak ada aktivitas yang sekiranya dapat menambah manfaat ya udah tidur aja.

Teman, sampai sini bisa sedikit kita simpulkan bahwa apapun yang kita alami itu berasal dari apa yang kita fikirkan, karena berdasarkan pemikiran itulah kita dapatkan pemahaman sehingga pemahaman itu menjadi landasan kita melakukan sesuatu. Jika kita ingin menjadikan diri ini manusia yang berperilaku baik atau bermanfaat dalam kehidupan ini maka rubahlah pemahaman kita akan kehidupan ini, dengan cara apa? mulailah dengan berfikir sesuatu yang bisa mendorong kita untuk berubah menjadi ke arah yang lebih baik, terlebih sebagai seorang Muslim tentunya mulailah berfikir berdasarkan asas nilai-nilai Islami yang itu berdasarkan asas halal dan haram.

"apapun yang kita alami bermula dari apa yang kita pikirkan. Kita bisa mengubah hidup kita, jika kita bisa mengubah cara berfikir kita."

Inilah yang aku maksutkan akan "P Tiga" Pemikiran-Pemahaman-Perilaku

posted under |

6 komentar:

  1. P Tiga itu sangat dipengaruhi oleh yang namanya keimanan.

    BalasHapus
  2. @kak Niken: bener pakai bangeeetss kak

    BalasHapus
  3. Pemikiran kadang dipengaruhi pergaulan. Karena itu jagalah pergaulan yaa le opek, bergaulnya sama yang wangi2, penjual parfum :D

    BalasHapus
  4. @nduk Nis: iya kakak.. insyaAlloh biar kebawa wangi ya, serta dapat memfilter pemikiran2 yang amburadul

    BalasHapus
  5. Jika kita sbgai org tua bisa memberikan pemikiran dan pemahaman2 yg baik pada anak2 kita, InsyaAllah perilaku anak2 kita pun akan baik

    BalasHapus
  6. @teh santi; ibu yang bijak... hehe

    BalasHapus

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Disqus Shortname

Comments system

About Me

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Post Number

Related Post Number

About Me

Foto saya
~*~ bukan anak pesantren apalagi anak kyai, cuma orang yg pengen #KerenBinBeken Trendi nan Syar'i ~*~ One Day One Receh ^_^

FOLLOW @ INSTAGRAM

Recent

Boxed / Fluid

About Us

Random Post Number

Popular Posts

Slider Display

Random

Recent

Like Us

Flickr

Subscribe

Socialize

Followers


Recent Comments